ADIKKU YANG TENGAH
SUDAH PULANG KE KAMPUNG, katanya mengambil data yang
kurang untuk skripsinya. Beruntung jika mendapatkan tiket murah menjelang
Imlek. Banyak orang Cina yang pulang kampung ke sana membuat harga tiket
melambung tinggi. Katanya mulai tiga hari ke depan.
Aku
tak ambil pusing, sebetulnya. Memang liburan ini lumayan panjang dan aku sudah
lama tidak pulang. Dalam hati kecilku, tetap ada pikiran ingin pulang. Tapi aku
sudah terlanjur janji untuk tidak pulang sebelum aku lulus kuliah pada ayah.
Janji itu kupegang terus sehingga membuatku terus bersemangat untuk kuliah, meskipun
di kala bosan, aku hampir mati dibuatnya.
Seharusnya,
setua aku ini, seperempat abad ini, seperti yang lain-lainnya, teman-teman
seangkatanku yang sudah tersenyum di setiap hari-harinya, sudah bisa
menghasilkan uang sendiri. Memang, aku sudah pernah menghasilkan uang sendiri
dan itu semua aku nikmati sendiri. Untuk mereka yang membesarkanku? Hanya
sesekali saja kubelikan pakaian saat lebaran dua dan tiga tahun yang lalu. Ayah
juga sering bilang padaku bahwa gajimu adalah milikmu seutuhnya. Ya, dan aku pun
bebas menggunakannya sesukaku.
