Berita (7) Buku Saya (3) Cerpen (31) Download Novel (2) lain-lain (1) Musik (7) Puisi (39)

Translate

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2012

Tentang “Teman”


Oleh: Hisna Cahaya

Kita hanya teman? 
Itu tanya yang kubaca dari rautmu

Bukankah sejak dulu kita hanya teman
Sejak pertama kali mengenakan warna biru hingga melepas warna abu bahkan sampai toga tersemat dikepala
Kita hanya teman

Tapi kata "teman" tak pernah hentikan rinai-rinai rindu
Tak jua hilangkan gurantan cemburu

Iya Besok Aku Pulang

Oleh: Kaslieyitno Albaru

Kuseduh galau dalam
Serupa lentikmu gadis
Sangatku terlebur malam
Gempita bangsawan melawan

Rabu, 16 Mei 2012

Kasih…

Sengaja kau larutkan kenangan dalam buih sabun
Membuih juga, bahkan menggelembung sebesar bola anganmu
Kasih…

Tatkala kau gemuruhkan segenap suara perutmu
Kau bimbing kalap hati yang merabun
Kasih…

Kamis, 19 April 2012

Udara


Kau udara yang kuhirup dan kuhembuskan 
Datanglah lagi untuk kuhirup dan kuhembuskan 
Janganlah bosan untuk kuhirup dan kuhembuskan 
Karena sungguh nikmat jika kuhirup dan kuhembuskan 
Kau kan terpana ketika kuhirup dan kuhembuskan 
Kau kan terngiang ketika kuhirup dan kuhembuskan 
Tak perlu ragu lagi untuk kuhidup dan kuhembuskan 
Selamanyalah untuk kuhirup dan kuhembuskan

Rabu, 18 April 2012

Puisi Sampah


Bacot! 
Sampah! 
Sampah bacot! 
Bacot sampah! 
Sampah! 
Bacot! 
Bacot bacot!
Sampah sampah! 
Bacot! 
Sampah! 
Benar-benar sampah! 
Benar-benar bacot!

Kita Mesti Waspada



Menulusuri kota kala pagi mengingatkan pada kepedihan semalam di sebuah gang kecil menghadap kota mati, sebelah kaki-kaki pencakar langit

Di sana tak ada lagi tumbuhan yang menjalar pada pagar beton rumah orang termasyur, dia sudah mati kemarin tergigit malam bertaring jingga, tak layak kau lihat

Semua karena dia berlari terlalu cepat, serobot sana-sini menikam segalanya sampai mati. Akhirnya dia cepat mati disumpahi rumput yang tak tertoleransi.

Permainan Bodoh



Kita sendiri yang membuat permainan ini menjadi semakin seru
Memang, tadinya tidak memakai air mata
Tapi terpakai sudah secara tak sengaja
Bukan salah kita juga, permainan bodoh ini berlangsung sangat lama, mendalam dan menyayat
Bukan salah siapa-siapa, karena kita sama-sama haus dan minum air: di pertokoan yang menghadap ke barat

Kepercumaan yang Kusenangi



Karena kepercumaan itu selalu menyenangkanku
Tak peduli kasat
Tak peduli hampa

Bintang



Berjam-jam lamanya kau mencari dalam ratusan juta kata yang ada dalam pikiranmu
Tak ada yang begitu memikatmu sehingga butuh tambahan waktu lagi agar lebih mengesankan
Pas, mengena, menjawab semua kepenasaranmu

Rabu, 11 April 2012

Bermain




Pastikan bahwa hari ini tidak hujan
Karena aku ingin menjemputmu bermain-main
Kita akan ke taman bermain, bermain air, bermain udara, bermain pasir, bermain debu, tidak api
Jikalau hujan, bisa saja aku tetap menjemputmu bermain-main
Namun sepertinya aku akan mengajakmu permainan lebih dewasa daripada yang kutawarkan sebelumnya
Kita akan bermain cinta-cintaan, bermain rindu-rinduan, bermain marah-marahan, bermain sedih-sedihan, bermain haru-haruan, bermain bimbang-bimbangan, bermain ceria-ceriaan, bermain datar-dataran
Aku sudah siap payung, jadi kau tak perlu takut